selamat anda menjadi pengunjung ke

3

Melupakan Cinta Pertama? Emang Bisa?

Sabtu, 21 Juli 2012
Share this Article on :
....Dalam perbincangan dengan
seorang sahabat, saya
dicurhatinya tentang cinta
pertama yang menjadi masa
lalunya. Sahabat saya itu mengatakan, ia sangat ingin
melupakan cinta pertamanya
yang menyakitkan, karena
sang pacar jelas-jelas telah
berselingkuh menyakiti
hatinya. Lalu saya sela ceritanya dengan satu
pertanyaan, dilupakan?
emang bisa? Lalu sahabat saya
pun menyambar, yaa…pasti
bisa dong, wong aku udah
disakiti, rugi amat kalo ga dilupain…pokoknya aku akan
membuang segala hal yang
berhubungan
dengannya..akan kulupakan
semua tentangnya…demikian
jawabnya yakin. Pada kisah berbeda, seorang
sahabat saya yang lain
membuat komitmen bersama
pasangannya yang kebetulan
sangat pencemburu. Mereka
bersepakat satu sama lain wajib melupakan masa lalu,
termasuk soal cinta pertama
masing-masing, agar
hubungan mereka langgeng
abadi selamanya. Serupa yang
saya tanyakan diawal, mungkinkah bisa?
Belajar dari kedua cerita
diatas, saya jadi berpikir. Saya
kok merasa melupakan
sesuatu yang pernah terjadi di
kehidupan kita adalah pekerjaan mustahil alias
impossible. Karena faktanya,
bila mau jujur, hampir
sebagian besar orang bila
ditanya, rasanya tak mungkin
bisa melupakan masa lalu, apalagi bila itu menyangkut
urusan cinta. Baik tentang hal
yang indah atau juga yang
pahit. Kecuali, bila yang
bersangkutan menderita
penyakit sejenis demensia atau pikun lho ya…kalau ini
tentu beda lagi masalahnya…
hehehe..
Ungkapan First Love Never
Die, sudah sangat lazim kita
dengar. Rasanya ungkapan ini tidaklah terlalu berlebihan.
Meski banyak orang
menyangkalnya dan
membuat anti thesis tentang
ini. Namun faktanya yang
sering terjadi kemudian, semakin ingin dilupakan,
malah akan semakin ingatlah
kita.
Seorang teman saya yang
sudah sangat sering bergonta
ganti pacar menjalin hubungan, mengaku tak ingat
pada siapa cinta pertamanya
berlabuh. Namun saat ditanya
cinta manakah yang paling
berkesan, tak menunggu lama
iapun dengan cepat bisa menjawabnya.
Memori akan momen-momen
hidup paling berkesan, paling
indah, paling menyakitkan,
paling lucu, pastilah akan
mendominasi pikiran kita. Namanya saja sudah dilabeli
“paling”. Ungkapan superlatif
yang menunjukkan sesuatu
yang dominan. Hingga
kalaupun peristiwanya telah
berlalu digantikan momen- momen yang lain, ia tetap
takkan bisa hilang. Tetap akan
ada, menempati sudut ruang
hati kita yang terdalam.
Karenanya adalah hal mustahil
bisa menghapusnya. Apalagi sampai terobsesi berniat
melupakan dengan
memboikot dan membuang
segala hal yang berhubungan
dengannya, seperti yang
dilakukan oleh sahabat saya tersebut.
Padahal tanpa perlu cara se-
ekstrem itu kita tetap bisa
kok keluar dari masa lalu.
Caranya? Tentu saja dengan
melapisi hati dengan cinta yang baru. Menjajaki epiosode
cinta berikutnya.
Ada banyak cara orang
menyikapi kenangan cinta
pertama. Ada yang mati-
matian menyangkalnya, meski hati kecilnya berkata
lain. Biasanya yang bersikap
seperti ini punya kenangan
masa lalu yang pahit dan
tidak menyenangkan.
Ada yang tetap membiarkannya bersemi
dengan terus menerus
mengingatnya, hingga ia
hidup dalam bayang-bayang
cinta pertamanya. Terpenjara
dalam masa lalu. Membuatnya sulit menerima
cinta baru yang datang
padanya. Kalaupun menerima,
biasanya selalu saja dihubung-
hubungkan dengan cinta
pertamanya itu. Namun, ada pula yang santai
saja menghadapinya. Yang
seperti ini lebih realistis.
Mampu berpikir, bahwa masa
lalu adalah bagian dari episode
hidup yang pasti menghampiri semua orang.
Dan hal terpenting bagi
mereka adalah apa yang
digenggamnya hari ini. Bagi
orang seperti ini, nostalgia
cinta pertama hanyalah sekedar momen yang indah
untuk dikenang saja. Hanya
cukup untuk membuatnya
tersenyum dan
menganggapnya sebagai
cerita manis yang pernah singgah menghampiri
kehidupannya.
Masa lalu tentu saja menjadi
titik kita melesat menjadi
seperti sekarang ini. Karena
bila saja waktu bisa diputar, mungkin sebagian kita ingin
kembali pada indahnya kisah
masa lalu dan memimpikan
cinta pertama itu menjadi
cinta terakhir kita. Meski hal
ini bisa saja terjadi pada sebagian orang. Tapi kita
tentu tak bisa mengukir
sendiri takdir kita. Di depan
sana, Tuhan sudah
mempersiapkan cerita lain
yang boleh jadi jauh lebih indah dari yang kita duga.
Jadi yang terpenting bukan
melupakan bahwa cinta
pertama pernah hadir dalam
hidup kita, tapi menerima
bahwa itu telah menjadi bagian dari masa
lalu. Bagaimanapun kita hidup
di masa kini. Meski tak pernah
bisa terlupakan bukan berarti
kita tak bisa
meredamnya. Biar saja cinta pertama itu menjadi
kenangan. Tersimpan indah di
sudut hati. Toh
bagaimanapun, baik
buruknya kisah lama,
semuanya adalah kepingan cerita yang sejatinya
melengkapi mozaik hidup
kita…
.
Nah…bagaimana menurut
anda? .
Selamat Pagi….Selamat
Beraktifitas…


Artikel Terkait:

3 komentar:

Unknown mengatakan...

apik mam

tyo cupu gager magetan ™ mengatakan...

nurma candra @ he he tyo cupu gitu

Unknown mengatakan...

Saya sekeluarga mengucapkan banyak trima kasih kepada AKI karena atas
bantuannya saya bisa menang togel dan nomor ghoib yang di berikan AKI
bener-bener dijamin 100% tembus dan saat sekarang ini kehidupan saya
sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya itu semua hutang-huta
ng saya sudah pada lunas semua dan jika anda mau bukti bukan rekayasa
silahkan hubungi KI NARYO di 0852,8120,8809 insya allah angka beliau
di jamin tembus dan beliau akan menbantu anak selama 5 kaliputaran be
rturut-turut dan ingat kesempatan tidak datang 2 kali,trima kasih…?

Posting Komentar


Ping your blog, website, or RSS feed for Free ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free